JAKARTA – Perjuangan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menuju status Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Baabullah Ternate terus dikawal langsung oleh pucuk pimpinan kampus. Rabu (19/8/2026), Rektor IAIN Ternate Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A., didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Fatum Abubakar, S.Ag., M.Ag., kembali menemui Ketua Tim Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Eksternal pada Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementerian Agama RI, Muhammad Miftahul Hidayat.
Pertemuan tersebut digelar untuk memastikan satu hal: bahwa usulan alih bentuk IAIN Ternate menjadi UIN Sultan Baabullah Ternate terus berproses tanpa hambatan berarti.
Suasana pertemuan berlangsung akrab, bahkan sesekali diselingi canda tawa di antara kedua belah pihak. Untuk meyakinkan Rektor Adnan Mahmud bahwa prosesnya benar-benar berjalan, tim Ortala memperlihatkan konsep surat yang tengah disiapkan Kementerian Agama — meski saat itu draf tersebut masih tersimpan di layar laptop dan belum diteken.
Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), memuat usulan perubahan bentuk sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) menjadi universitas. Dalam daftar itu, nama IAIN Ternate tercantum di urutan kesepuluh — IAIN Ternate menjadi UIN Sultan Baabullah Ternate — berdampingan dengan sejumlah PTKN lain yang juga diusulkan naik status serupa.
Bagi Rektor Adnan Mahmud, dokumen konsep tersebut menjadi bukti nyata bahwa perhatian pimpinan Kementerian Agama terhadap IAIN Ternate bukan sekadar retorika.
"Surat yang ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini membuktikan bahwa Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA., sangat serius memperhatikan IAIN Ternate, sehingga IAIN Ternate masuk dalam skema alih bentuk menjadi UIN Sultan Baabullah pada tahun 2026," tegas Adnan.
Pertemuan 19 Agustus ini melanjutkan rangkaian komunikasi intensif yang sudah berlangsung sejak awal Agustus 2026, ketika Rektor Adnan Mahmud dan jajaran bertemu langsung dengan Menteri Agama dan Sekjen Kemenag di Jakarta, sekaligus menemui Muhammad Miftahul Hidayat pada pekan yang sama. Rangkaian pertemuan itu sebelumnya memastikan usulan IAIN Ternate telah masuk agenda prioritas Kemenag tahun 2026, menyusul revisi Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri.
Meski demikian, Rektor Adnan Mahmud mengingatkan bahwa jalan menuju status UIN Sultan Baabullah belum sepenuhnya usai.
"Proses ini masih panjang, karena itu saya mengajak kepada seluruh sivitas akademika IAIN Ternate dan masyarakat Maluku Utara untuk selalu mengetuk pintu langit, memanjatkan doa, sehingga ikhtiar yang kita lakukan ini dapat diijabah oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa," ajaknya.
Momentum ini terasa istimewa karena bersamaan dengan peringatan Dies Natalis ke-60 Tahun IAIN Ternate pada 2026. Bagi Adnan, usia enam dekade kampus tertua di kawasan Indonesia Timur ini semestinya menjadi titik balik terwujudnya cita-cita panjang yang telah diletakkan para pendahulu.
"Momentum Dies Natalis ke-60 Tahun IAIN Ternate Tahun 2026 ini, cita-cita dan usaha yang telah diletakkan para pendahulu dapat terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama," pungkasnya.