ID | EN
Beranda Berita

Menag : IAIN Ternate Prioritas Jadi UIN, Sekaligus Diharapkan Bisa Ikut Mengelola Masjid Raya Maluku Utara di Sofifi

Humas FUAD

11 Jun 2026 • 00:08 WIT Dibaca 71 kali
Menag : IAIN Ternate Prioritas Jadi UIN, Sekaligus Diharapkan Bisa Ikut Mengelola Masjid Raya Maluku Utara di Sofifi

Jakarta — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa IAIN Ternate menjadi prioritas alih bentuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Baabullah Ternate. Lebih dari itu, ia juga mengungkapkan harapannya agar satu-satunya perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Maluku Utara ini kelak diberi kepercayaan untuk mengelola Masjid Raya Shafful Khairaat di Sofifi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung santai dan penuh keakraban di Jakarta, Rabu (10/6/2026). Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A., hadir didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Drs. H. Amar Manaf, M.Si., dan Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Maluku Utara, Yamin Tjokra, S.Pd.I, M.Pd.

Mengenai alih bentuk kelembagaan, Menteri Agama menyatakan langsung bahwa transformasi IAIN Ternate menjadi UIN adalah langkah prioritas Kementerian Agama, mengingat keberadaan universitas Islam negeri dinilai sebagai kebutuhan strategis yang sudah lama dinantikan masyarakat Maluku Utara. Untuk memastikan proses ini berjalan sesuai target, Menteri Agama secara khusus meminta Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., agar mengawal langsung jalannya transformasi kelembagaan tersebut.

Soal pengelolaan Masjid Raya Shafful Khairaat, Menteri Agama menyampaikan pandangan yang tegas. Menurutnya, masjid raya bukan milik kelompok atau organisasi kemasyarakatan tertentu, melainkan milik seluruh umat Islam. Karena itu, yang paling layak mengelolanya adalah perguruan tinggi Islam — sebagai komunitas intelektual yang moderat, tidak terikat pada mazhab manapun, dan berdiri di atas kepentingan umat secara luas.

"Masjid adalah milik umat Islam, bukan milik kelompok atau ormas tertentu. Yang layak mengelola adalah kampus," tegas Menteri Agama.

Terkait hal ini, Menteri Agama mendorong agar IAIN Ternate segera menyiapkan lahan di sekitar kawasan Masjid Raya Shafful Khairaat sebagai bagian dari rencana pengembangan kampus di Sofifi. Kampus UIN Sultan Baabullah diharapkan tidak hanya hadir secara akademik di ibu kota provinsi, tetapi juga hadir sebagai pengelola ruang spiritual kebanggaan masyarakat Maluku Utara.

Di samping dua agenda utama tersebut, Menteri Agama turut memberikan arahan soal pengembangan program studi yang berorientasi pada kebutuhan daerah. Untuk Maluku Utara yang kaya potensi sumber daya alam, ia secara khusus menyebut pentingnya menghadirkan Fakultas Pertambangan atau Program Studi Teknik Pertambangan setelah transformasi kelembagaan terwujud.

Rektor Dr. Adnan Mahmud menyambut seluruh arahan tersebut sebagai penegasan atas salah satu misi utama kepemimpinannya: mempercepat alih bentuk IAIN Ternate menjadi UIN. Baginya, pertemuan di Jakarta ini bukan sekadar audiensi, melainkan kepastian yang selama ini dinantikan oleh civitas akademika IAIN Ternate dan seluruh masyarakat Maluku Utara.
Momentum ini sejatinya menjadi peluang nyata bagi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Ternate, khususnya Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT). Kepercayaan mengelola Masjid Raya Shafful Khairaat bukan sesuatu yang asing bagi lulusan program studi ini — tidak sedikit mahasiswa dan alumni IAT yang telah dipercaya menjadi imam tetap di masjid dan mushalla, bahkan sejak masih duduk di bangku kuliah. Rekam jejak itu menjadi modal kuat bahwa ketika kampus diberi amanah menjaga rumah ibadah kebanggaan Maluku Utara, IAT sudah siap mengisinya — bukan dengan janji, tetapi dengan kompetensi yang telah teruji.