ID | EN
Beranda Berita

Bergerak Cepat, Satu Hari Setelah Bertemu Menteri Agama, Rektor IAIN Ternate Kantongi Surat Permohonan Afirmasi dari Ditjen Pendis

Humas FUAD

26 May 2026 • 06:09 WIT Dibaca 5 kali
Bergerak Cepat, Satu Hari Setelah Bertemu Menteri Agama, Rektor IAIN Ternate Kantongi Surat Permohonan Afirmasi dari Ditjen Pendis

JAKARTA — Roda perjuangan tidak berhenti setelah audiensi. Setelah pertemuan bersejarah dengan Menteri Agama Republik Indonesia pada Rabu, 20 Mei 2026, Rektor IAIN Ternate Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A. kembali bergerak dengan serangkaian agenda penting di Kantor Kementerian Agama Jakarta.

Langkah pertama yang ditempuh adalah menyerahkan secara resmi dokumen usulan alih bentuk IAIN Ternate menjadi UIN Sultan Baabullah Ternate kepada Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Dr. Drs. Nur Arifin, M.Pd. Penyerahan dokumen ini dilakukan bersama Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I yang kembali hadir mendampingi sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah. Biro Ortala adalah pintu resmi yang berwenang memproses dan menilai kelayakan usulan perubahan bentuk perguruan tinggi keagamaan negeri, sehingga penyerahan dokumen secara langsung kepada Kepala Biro menjadi langkah administratif yang sangat krusial dalam proses ini.

Setelah menyerahkan dokumen kepada Kabiro Ortala, Rektor kemudian melanjutkan agenda dengan menemui Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag., dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag., untuk melaporkan secara langsung hasil pertemuan dengan Menteri Agama sekaligus perkembangan terkini pasca penyerahan dokumen kepada Kabiro Ortala. Rangkaian pergerakan yang terencana dan terstruktur ini membuahkan hasil yang konkret dan menggembirakan.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia kemudian resmi mengeluarkan surat bernomor B-529/Set.I/OT/05/2026 tertanggal 21 Mei 2026, yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Agama c.q. Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana. Surat tersebut berisi permohonan afirmasi resmi atas usulan perubahan bentuk IAIN Ternate menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Baabullah Ternate. Surat ditandatangani oleh Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag. atas nama Direktur Jenderal Pendidikan Islam.
Surat ini lahir bukan tanpa latar belakang. Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Jenderal Kementerian Agama sebelumnya, usulan transformasi IAIN Ternate dinilai belum memenuhi syarat dari sisi jumlah mahasiswa serta rasio dosen dan mahasiswa sesuai ketentuan. Syarat minimal jumlah mahasiswa yang ditetapkan adalah 4.680 mahasiswa, sementara IAIN Ternate saat ini memiliki 3.468 mahasiswa.

Namun demikian, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menilai terdapat pertimbangan-pertimbangan khusus yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Provinsi Maluku Utara adalah provinsi kepulauan yang terdiri dari 1.474 pulau dengan jumlah penduduk yang relatif kecil, yakni sebanyak 1.391.700 jiwa berdasarkan data BPS per Februari 2026. Kondisi geografis yang unik ini secara objektif menjadi faktor penyebab sulitnya IAIN Ternate memenuhi persyaratan jumlah mahasiswa sebagaimana layaknya perguruan tinggi di wilayah padat penduduk. Pertimbangan ini dinilai layak untuk mendapat perhatian dan perlakuan khusus dari pemerintah pusat.

Selain kondisi geografis, dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga turut menjadi bahan pertimbangan yang dicantumkan secara resmi dalam surat tersebut. Komitmen pemerintah daerah yang ditunjukkan secara langsung melalui kehadiran Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I dalam audiensi bersama Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. pada 20 Mei 2026 menjadi bukti nyata bahwa transformasi ini bukan hanya keinginan IAIN Ternate semata, melainkan kehendak bersama seluruh masyarakat Maluku Utara yang mendambakan hadirnya universitas Islam negeri yang lebih kuat dan berdaya di tanah mereka.

Keluarnya surat permohonan afirmasi ini menandai babak baru yang sangat penting dalam perjalanan panjang IAIN Ternate menuju UIN Sultan Baabullah. Proses yang selama ini terbentur tembok persyaratan administratif kini menemukan jalan terobosan melalui pendekatan afirmasi yang mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan. Ini adalah momentum yang harus dijaga dengan kerja keras, doa, dan dukungan dari seluruh pihak.