TERNATE — Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., membuka secara resmi Rapat Kerja Program dan Anggaran Tahun Anggaran 2027 sekaligus Penandatanganan Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026 IAIN Ternate, yang digelar di Auditorium Kampus I IAIN Ternate, Sabtu (13/6/2026).
Mengusung tema "Kerja Bersama Menuju UIN Sultan Baabullah Ternate", rapat kerja berlangsung selama dua hari, 13 hingga 14 Juni 2026. Acara pembukaan dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan, sementara rapat kerja itu sendiri diikuti khusus oleh para pimpinan unit di lingkungan IAIN Ternate.
Kedatangan Prof. Arskal Salim disambut hangat dengan persembahan Tari Soya-Soya dan Tari Dana-Dana yang dibawakan oleh UKM Sanggar Tari Marimoi IAIN Ternate. Suasana auditorium kian khidmat saat acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, disusul lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan dengan suara merdu oleh Siti Nazira Silia, mahasiswi semester dua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Raker yang juga Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Ternate, H. Jamaluddin Bugis, S.Ag., M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kehadiran Sesdirjen Pendis beserta rombongan, sekaligus apresiasi atas atensi Kemenag pusat terhadap perkembangan IAIN Ternate. Ia menjelaskan, rapat kerja yang berlangsung dua hari dengan agenda sidang komisi dan sidang pleno ini bertujuan mengevaluasi capaian program, menyusun program strategis, memperkuat sinergi antarunit, serta mendorong peningkatan mutu layanan dan daya saing lembaga.
Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., MA., dalam sambutannya memaparkan program prioritas yang menjadi arah kepemimpinannya dalam empat tahun ke depan. Dua agenda utama yang ditekankan adalah alih status IAIN Ternate menjadi UIN Sultan Baabullah serta akselerasi penambahan jumlah Guru Besar. Menurut Rektor, kedua agenda tersebut merupakan komitmen bersama yang harus dikawal oleh seluruh civitas akademika.
Sementara itu, Prof. Arskal Salim dalam arahannya menegaskan komitmennya yang besar untuk membantu proses alih status IAIN Ternate. Ia menyatakan bahwa transformasi kelembagaan merupakan sebuah keniscayaan dalam arah pengembangan pendidikan tinggi Islam di Tanah Air.
Prof. Arskal menjelaskan, tahun ini terdapat perubahan tahapan alih status di Kementerian PAN-RB. Periode Januari hingga Juni 2026 merupakan tahap awal dan persiapan yang tengah didorong oleh Biro Ortala Kemenag untuk diteruskan ke Kementerian PAN-RB. Ia menyebut, Kemenag menargetkan 12 PTKIN bertransformasi menjadi UIN pada periode 2025–2030, dan IAIN Ternate termasuk di dalamnya.
Ia mengakui, salah satu kendala utama IAIN Ternate selama ini adalah jumlah mahasiswa. Karena itu, ia mendorong pemanfaatan sejumlah terobosan dalam perekrutan mahasiswa baru, di antaranya program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang didukung studio produksi konten pembelajaran, serta skema PMDKU (Penerimaan Mahasiswa ... — mohon dikonfirmasi). Kabar baiknya, lanjut Prof. Arskal, PMA Nomor 13 Tahun 2024 tentang Alih Bentuk akan direvisi sehingga memudahkan IAIN bertransformasi menjadi UIN, kendati jumlah mahasiswa dan luas lahannya masih terbatas.
Menggambarkan arah besar pengembangan PTKIN, Prof. Arskal memaparkan empat fase Roadmap Kemenag 2025–2045, yakni konsolidasi (2025–2027), akselerasi (2027–2030), globalisasi (2030–2037), dan mercusuar (2037–2045). Ia juga memperkenalkan lima pilar pengembangan PTKIN, meliputi mahadisasi, program double degree, fast track S1 ke S2, PSDKU, serta reformulasi pengembangan program studi.
Di hadapan peserta, Prof. Arskal turut memaparkan capaian dan tantangan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Saat ini terdapat 59 PTKI di bawah Kemenag dengan 104 program studi yang telah berakreditasi internasional dan 236 publikasi terindeks Scopus. Ia tak menampik sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti belum meratanya SDM dosen dan penelitian serta kesenjangan kurikulum dengan kebutuhan industri. Namun di balik itu, ia melihat peluang strategis yang terbuka lebar melalui kebijakan RPL 2025, momentum internasionalisasi, bonus demografi, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan sebagai akselerator pembelajaran. Menutup arahannya, Prof. Arskal kemudian membuka secara resmi Rapat Kerja IAIN Ternate Tahun 2026.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan IKU Tahun 2026 antara Rektor dengan para pimpinan unit, dimulai dari para Wakil Rektor dan Kepala Biro, kemudian para Dekan dan Direktur Pascasarjana. Penandatanganan ini menjadi penanda komitmen setiap unit dalam mencapai target kinerja yang telah disepakati bersama.
Sebagai salah satu fakultas di lingkungan IAIN Ternate, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) turut menjadi bagian aktif dari gerak besar menuju UIN Sultan Baabullah Ternate. Melalui tiga program studinya — Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT), dan Sejarah Peradaban Islam (SPI) — FUAD terus berbenah memperkuat mutu akademik sebagai kontribusi nyata dalam menyongsong transformasi kelembagaan tersebut. Sebab pada akhirnya, cita-cita besar UIN Sultan Baabullah Ternate hanya akan terwujud bila setiap fakultas, setiap dosen, dan setiap mahasiswa bergerak dalam satu barisan yang sama.
Penulis : Hikmah
Fotografer : Nabil