Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate kembali memperingati Dies Natalis ke-60 pada Senin, 31 Agustus 2026, kali ini dengan empat kegiatan berturut-turut dalam satu hari. Bertempat di gedung Auditorium IAIN Ternate, perayaan diawali dengan dua sesi pagi, yakni edukasi kebanksentralan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara dan kuliah tamu Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, sebelum dilanjutkan diskusi buku dan tasyakuran pada sore harinya. Rektor IAIN Ternate Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A., bersama para dosen, pegawai, dan mahasiswa turut hadir dalam rangkaian ini. Mengusung tema “60 Tahun IAIN Ternate Berkhidmat pada Kebajikan”, peringatan tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang institusi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika untuk terus mengabdikan diri pada nilai-nilai kebaikan.
Suasana perayaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap tanah air, kemudian dilanjutkan dengan Hymne IAIN Ternate. Nyanyian tersebut menjadi bagian dari penghayatan bersama terhadap perjalanan dan perjuangan para pendahulu dalam membangun IAIN Ternate hingga mencapai usia enam dekade. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dwi Nuraini, mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).
Nuansa keagamaan semakin terasa ketika acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dr. Agustang K., S.Pd.I., M.Pd.I., Koordinator Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Doa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memohon keberkahan dalam peringatan Dies Natalis ke-60 sekaligus menguatkan kembali identitas IAIN Ternate sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, perayaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat pengabdian sivitas akademika.
Rangkaian kegiatan kemudian dibuka dengan edukasi kebanksentralan bertajuk “Gaya Hidup Halal dan Dana Sosial” dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, berlangsung pukul 08.00–09.20 WIT dan disampaikan oleh Muhammad Hanif selaku perwakilan BI. Dalam pemaparannya, Hanif membahas gaya hidup halal dan dana sosial syariah. Ia menjelaskan bahwa penerapan nilai Islam dalam kehidupan tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga tercermin dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari mengonsumsi makanan, minuman, obat-obatan, dan vitamin yang halal, memilih pakaian yang baik dan sopan, berwisata ke destinasi ramah muslim, hingga menggunakan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah serta memanfaatkan media digital untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Bapak Muhammad Hanif juga mengingatkan pentingnya menjalankan kewajiban sosial sebagai seorang muslim, antara lain melalui pembayaran zakat dan bersedekah. Pesan tersebut memberikan perspektif bahwa konsep halal dan syariah tidak hanya menyangkut pilihan konsumsi pribadi, tetapi juga berkaitan dengan kepedulian terhadap sesama. Materi tersebut menjadi salah satu bagian edukatif dalam perayaan Dies Natalis ke-60 yang mempertemukan nilai keagamaan dengan pemahaman mengenai kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Selepas sesi edukasi perbankan, pukul 09.30 WIT giliran kuliah tamu bertema “Berkhidmat dengan Ilmu, Mengabdi dengan Hati” mengambil alih panggung, menghadirkan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, M.Si., sebagai narasumber hingga pukul 10.30 WIT. Mengawali paparannya, Sekda Malut mengajak sivitas akademika menengok kembali visi dan tujuan pendidikan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, yang menurutnya berpusat pada pembentukan akhlak dengan pendidikan sebagai wadah utamanya — sebuah cara pandang yang ia dorong untuk terus dihidupkan dalam proses belajar-mengajar di kampus-kampus keagamaan seperti IAIN Ternate. Dari titik itu, ia menekankan pentingnya salat sekaligus mengajak mahasiswa untuk menyandingkan kehidupan spiritual dengan aktivitas akademik. Menurutnya, salat tidak sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi sarana menjaga hubungan seorang hamba dengan Sang Pencipta, sekaligus bagian dari proses pembentukan akhlak yang ia singgung di awal. Ia juga menyampaikan motivasi kepada mahasiswa agar menjadikan momentum Dies Natalis sebagai ruang belajar untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin dan akademisi yang mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu IAIN Ternate. Kuliah tamu yang turut dihadiri dosen dan pegawai IAIN Ternate ini menjadi penutup sesi pagi, sebelum sivitas akademika kembali berkumpul untuk mengikuti diskusi buku pada siang harinya.
Dua sesi pembuka ini pada akhirnya saling melengkapi: edukasi kebanksentralan mengasah kepekaan mahasiswa terhadap ekonomi syariah, sementara kuliah tamu Sekda Malut menautkan kembali makna ibadah dengan tanggung jawab kepemimpinan. Rangkaian Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate hari itu masih berlanjut hingga sore hari melalui diskusi buku pemikiran Menteri Agama RI dan tasyakuran di Masjid Kampus, namun dari dua sesi pagi ini saja sudah tergambar semangat yang ingin dibangun: menyatukan ilmu pengetahuan, ekonomi umat, dan nilai-nilai keislaman dalam satu tarikan napas perayaan. Melalui tema “Berkhidmat pada Kebajikan”, perjalanan enam dekade IAIN Ternate kembali ditegaskan sebagai bagian dari proses panjang untuk melahirkan generasi akademisi dan pemimpin yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen untuk mengabdi pada kebajikan.