TERNATE – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, menjajaki peluang kerja sama riset dengan sejumlah peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ahad, (19/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat FUAD itu membuka ruang kolaborasi lintas bidang, mulai dari ekoteologi, arkeologi, kajian bahasa lokal, hingga peluang riset dan beasiswa bagi mahasiswa.
Pertemuan dibuka oleh Koordinator Program Studi (Koorprodi) SPI FUAD IAIN Ternate, Dr. Niila Khoiru Amaliyah, S.Th.I., M.Si., yang menyampaikan agenda utama pertemuan sebagai langkah awal menjalin kerja sama kelembagaan antara Prodi SPI dan BRIN.
Dalam sambutannya, Jamain Warwefubun, S.Pd.I., M.Pd. dan Dr. Agus Salim Bujang, S.Sos., M.A. memperkenalkan profil Prodi SPI FUAD IAIN Ternate, termasuk fokus kajian sejarah, peradaban Islam, serta kekayaan riset lokal Maluku Utara yang menurut keduanya masih terbuka luas untuk digali lebih dalam.
Dari pihak BRIN, Husnul Fahimah Ilyas, S.Pd., M.A.Hum. memberikan sejumlah tawaran kerja sama dalam bidang riset dan pengembangan keilmuan. Ia menyebut peluang kolaborasi penulisan bertema ekoteologi, kerja sama penyelenggaraan webinar bersama, hingga rekomendasi agar Prodi SPI membangun laboratorium atau pusat manuskrip — baik dalam bentuk konvensional maupun digital — sebagai basis pengembangan riset sejarah dan naskah kuno ke depan.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Sabara, S.H.I., M.Fil.I. menambahkan usulan agar riset kolaboratif turut menyasar bidang kepercayaan lokal, mengingat kekayaan tradisi dan sistem kepercayaan masyarakat Maluku Utara yang menurutnya berpotensi menjadi objek kajian akademik yang belum banyak tersentuh.
Sementara itu, Erniati, S.S., M.Si., yang berkecimpung di bidang arkeologi dan kebahasaan, menawarkan kerja sama penelitian bahasa-bahasa lokal yang kini berada dalam kondisi hampir punah. Ia menekankan pentingnya dokumentasi ilmiah sebagai upaya penyelamatan warisan linguistik daerah sebelum benar-benar hilang.
Di sisi lain, ibu emi juga memaparkan sejumlah program BRIN yang dapat dimanfaatkan mahasiswa aktif maupun fresh graduate. Menurutnya, mahasiswa aktif yang tertarik menekuni dunia riset dapat mengikuti program magang di BRIN, yang diyakini bakal memperkuat portofolio akademik mereka — baik untuk yang berminat menjadi peneliti di BRIN maupun melanjutkan karier sebagai dosen. Sementara bagi lulusan baru yang belum terikat afiliasi institusi mana pun, tersedia jalur beasiswa riset yang dapat diakses untuk mendukung penelitian lanjutan.
Pertemuan ini turut menjadi momentum penting bagi mahasiswa Prodi SPI FUAD IAIN Ternate, yang selama ini dibekali kompetensi riset sejarah lisan, dokumentasi arkeologi, hingga pemetaan digital melalui fasilitas Laboratorium FUAD. Dengan terbukanya akses kolaborasi riset bertaraf nasional seperti ini, mahasiswa SPI berpeluang mendapatkan pengalaman riset langsung bersama peneliti BRIN — sesuatu yang tidak semua program studi sejenis di kawasan timur Indonesia miliki.
Di penghujung pertemuan, pihak BRIN dan jajaran dosen Prodi SPI FUAD IAIN Ternate sepakat menindaklanjuti pembahasan ini melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), sebagai landasan formal kerja sama riset dan pengembangan keilmuan yang berkelanjutan ke depan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi Prodi SPI FUAD IAIN Ternate untuk terus memperluas jejaring riset nasional, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa yang ingin mendalami sejarah, arkeologi, dan kebudayaan lokal Maluku Utara secara lebih mendalam dan berdampak luas.
Tertarik menjadi bagian dari riwayat riset ini? Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) FUAD IAIN Ternate kini membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Mandiri Gelombang 3. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi pmb.iain-ternate.ac.id. Jangan lewatkan kesempatan untuk berkuliah sekaligus berkolaborasi riset bersama peneliti nasional sejak bangku kuliah.