JAKARTA - Sebuah langkah bersejarah bagi keluarga besar IAIN Ternate dan seluruh masyarakat Maluku Utara terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026. Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A, bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I, melakukan audiensi resmi dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, beserta Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A, di Jakarta. Agenda utama pertemuan ini adalah memperjuangkan alih bentuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Babullah atau yang disingkat UIN SUBA.
Kehadiran Wakil Gubernur Maluku Utara dalam pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perjuangan transformasi ini tidak berdiri sendiri. Ia adalah cita-cita bersama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, sebuah sinergi yang mencerminkan komitmen nyata untuk menghadirkan pendidikan Islam yang lebih kokoh, lebih luas jangkauannya, dan lebih berdampak bagi masyarakat Maluku Utara serta kawasan Indonesia Timur.
Yang menjadi kabar paling menggembirakan dari pertemuan tersebut adalah arahan Menteri Agama yang menegaskan bahwa proses alih bentuk IAIN Ternate menjadi UIN Sultan Babullah mendapat perhatian khusus dan masuk dalam daftar prioritas Kementerian Agama. Arahan ini bukan sekadar angin segar, melainkan sebuah peneguhan dari pucuk pimpinan Kementerian Agama yang menjadi landasan kuat bagi seluruh civitas akademika IAIN Ternate untuk melangkah dengan lebih yakin, lebih terencana, dan penuh harapan.
Alih bentuk menjadi UIN Sultan Babullah bukan sekadar perubahan nama dan status kelembagaan. Ia adalah pintu yang akan membuka cakrawala lebih lebar bagi pengembangan program studi umum yang lebih beragam, penguatan kapasitas riset, serta perluasan kerja sama di tingkat nasional maupun internasional. Bagi ribuan mahasiswa dan calon mahasiswa di wilayah timur Indonesia, kehadiran UIN di Ternate adalah harapan nyata akan masa depan pendidikan yang lebih cerah dan berkeadilan.