Ternate – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Ternate bekerja sama dengan Best-Q Institute menyelenggarakan Pelatihan dan Pengembangan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan ISO 21001:2025 pada 22–23 Juni 2026 di Auditorium IAIN Ternate. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat sistem penjaminan mutu dan meningkatkan tata kelola pendidikan yang berstandar internasional.
Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang penjaminan mutu pendidikan, yakni Rosihan Aslihuddin, M.A.B., CRP., CIA, President Director Best-Q Institute sekaligus praktisi penjaminan mutu dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Hadi, S.Mat., M.Pd., Wakil President Director Best-Q Institute yang juga merupakan praktisi penjaminan mutu pada Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Manado.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur pimpinan dan pengelola unit di lingkungan IAIN Ternate, di antaranya Wakil Direktur Pascasarjana, Wakil Dekan I Bidang Akademik, para Koordinator Program Studi, Ketua LPPM, Kepala Ma’had Al-Jami’ah, Kepala Perpustakaan, Pusat Teknologi Informasi dan Data, bagian Kepegawaian, serta Kasubbag Umum dan Kerumahtanggaan.
Ketua LPM IAIN Ternate menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai implementasi ISO 21001:2025 sebagai standar internasional yang dirancang khusus bagi organisasi pendidikan. Standar ini berfokus pada pengelolaan dan peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan dengan menempatkan kebutuhan peserta didik dan pemangku kepentingan sebagai prioritas utama.
Dalam sesi pemaparan materi, Rosihan Aslihuddin menjelaskan bahwa ISO 21001 merupakan kerangka kerja yang membantu institusi pendidikan memastikan seluruh proses organisasi berjalan secara sistematis, terukur, dan berorientasi pada peningkatan berkelanjutan.
“ISO 21001 tidak hanya berbicara tentang pemenuhan dokumen atau persyaratan administratif, tetapi juga bagaimana membangun sistem yang mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara konsisten,” ujarnya.
Sementara itu, Hadi menekankan bahwa keberhasilan implementasi standar internasional sangat bergantung pada komitmen pimpinan dan partisipasi aktif seluruh unsur organisasi.
“Budaya mutu tidak dapat dibangun hanya oleh satu unit kerja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen institusi agar sistem yang telah dirancang dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan,” jelasnya.
Selain memberikan pemahaman konseptual mengenai ISO 21001:2025, pelatihan ini juga membahas strategi pengembangan sistem manajemen organisasi pendidikan yang efektif, terukur, dan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan. Melalui penerapan sistem manajemen yang terintegrasi, perguruan tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat tata kelola organisasi, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan ini, LPM IAIN Ternate kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan mendorong terwujudnya tata kelola pendidikan yang unggul, akuntabel, dan berkelanjutan. Hasil pelatihan diharapkan menjadi fondasi penting bagi pengembangan sistem manajemen organisasi pendidikan yang selaras dengan standar internasional serta kebutuhan institusi di masa mendatang.