ID | EN
Beranda Berita

Sibuk Kuliah, Sibuk Berkarya: Kisah Mahasiswi KPI IAIN Ternate yang Menulis Buku sambil Mengukir Prestasi

Humas FUAD

19 Jun 2026 • 06:25 WIT Dibaca 92 kali
Sibuk Kuliah, Sibuk Berkarya: Kisah Mahasiswi KPI IAIN Ternate yang Menulis Buku sambil Mengukir Prestasi

Bagaimana jadinya kalau kesibukan kuliah, deretan lomba, dan menulis buku dijalani dalam waktu yang bersamaan? Cut Farah A.K. Rahmat punya jawabannya. Mahasiswi semester 6 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Ternate ini membuktikan bahwa prestasi dan karya bukan dua hal yang harus dipilih salah satu, melainkan bisa berjalan beriringan.

Namanya belakangan semakin dikenal di lingkungan kampus, bukan hanya karena kemampuannya berbicara di depan publik, tetapi juga karena ia baru saja menerbitkan buku perdananya.

Sejumlah pencapaian telah ia torehkan dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, Farah meraih Juara Harapan 3 Duta Genre tingkat Provinsi Maluku Utara, sebuah ajang yang menguji kemampuan komunikasi dan kepemimpinan generasi muda. Setahun kemudian, ia kembali menunjukkan kepiawaiannya berbicara di depan umum dengan menyabet Juara 1 Lomba Pidato se-IAIN Ternate yang diselenggarakan HMPS Manajemen Keuangan Syariah  dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Kemampuan komunikasinya juga banyak diuji dalam berbagai forum resmi kampus. Ia dipercaya menjadi pembawa acara pada bedah buku "To Sela-Sela Limau Gapi, To Sela-Sela Limau Duko & Borero Gosimo Toma Takbiratul Ihram Se Salam" karya Usman Nomay yang digelar di Auditorium IAIN Ternate dan dihadiri sejumlah narasumber, di antaranya Drs. Nani Jafar, M.A., Rustam A. Gani Lating, S.H., M.H., dan Prof. Dr. Jubair Situmorang, S.Ag., M.Ag. Ia juga pernah menjadi pembawa acara pada Pembekalan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dan Kolaborasi Moderasi Beragama, menjadi host pada Talk Show yang digelar DEMA Institut bersama UKM LDK Al-Islah, hingga menjadi narasumber pada siaran RRI Pro 4 dalam program bertema "Refleksi Hijrah Menuju Masyarakat yang Lebih Baik."

Di tengah jadwal kuliah dan kompetisi yang padat, Farah ternyata juga seorang penulis. September 2025 lalu, ia menerbitkan buku perdananya berjudul "Satu Pertemuan Seribu Pelajaran" melalui penerbit Faithbooks di Bandar Lampung. Buku ini diangkat dari pengalaman pribadinya dan kini dapat dipesan melalui akun Instagram @farah_guzelim atau melalui tautan Shopee resmi.

"Satu hal yang mendorong saya menulis, sekalipun di tengah kesibukan kuliah dan tugas yang menumpuk, adalah kesadaran bahwa hidup di dunia ini hanya sementara," ujar Farah. Ia mengaku terus mengingat sebuah kalimat yang menjadi motivasinya: "Jika kamu bukan anak seorang raja, bukan pula anak seorang pengusaha, maka menulislah."

Proses penulisan buku ini berlangsung sekitar dua bulan, dilanjutkan dengan revisi selama satu setengah bulan, dan proses penerbitan selama sebulan. Farah mengakui bahwa kendala terbesar yang ia hadapi adalah munculnya kebuntuan ide saat menulis. Solusinya, menurut dia, sederhana: berhenti sejenak, melakukan hal yang membuat hati senang, lalu kembali menulis dengan ide yang lebih segar.

Tidak berhenti di situ, dalam waktu dekat Farah akan kembali mengukir prestasi di kancah yang lebih luas. Ia terpilih mewakili IAIN Ternate pada cabang Pidato Tausiyah Putri perseorangan dalam ajang Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Indonesia Timur (Poros Intim) IV Tahun 2026 yang akan berlangsung di UIN Datokarama Palu pada 6–11 Juli 2026. Ajang dua tahunan ini mempertemukan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Timur dalam berbagai cabang olahraga, riset, dan seni.

Farah menjelaskan, proses seleksi dilakukan melalui penilaian individu di hadapan tim penyeleksi dan sesama peserta, hingga akhirnya ia terpilih sebagai satu-satunya delegasi putri untuk kategori tersebut. Kini, ia fokus berlatih bersama pembimbing yang telah ditentukan kampus sembari menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan. "Harapan saya adalah, semoga dengan adanya ajang ini saya bisa terus melatih diri untuk terus berkarya dan menjadi anak muda yang memberikan dampak baik bagi sesama," ujarnya.

Bagi Farah, perjalanan mengasah kemampuan menulis dan berbicara di depan umum tidak lepas dari dukungan Program Studi KPI FUAD IAIN Ternate, yang menurutnya konsisten membuka ruang berlatih dan tampil bagi mahasiswa. Dukungan semacam ini, ia yakini, menjadi salah satu fondasi penting yang membentuk kepercayaan diri dan kemampuan komunikasinya hingga sejauh ini.

Di akhir perbincangan, Farah menitipkan pesan untuk mahasiswa lain yang ingin tetap produktif berkarya di tengah kesibukan: tanamkan impian yang ingin dicapai, jaga tekad, dan mulailah meski belum sempurna, sebab tidak ada yang sempurna kecuali Sang Pencipta.

Kisah Farah menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam FUAD IAIN Ternate terus didorong untuk tumbuh, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, dan karya nyata yang bermanfaat luas.

Perbincangan lengkap bersama Cut Farah tentang perjalanan menulis hingga persiapannya menuju Poros Intim IV 2026 dapat disaksikan selengkapnya melalui kanal YouTube Humas FUAD, dalam segmen PANADA (Panggungnya Anak Muda).