ID | EN
Beranda Berita

Mahasiswa KKN IAIN Ternate Beri Edukasi Anti-Bullying dan Privasi Diri kepada Siswa di Pulau Morotai

Wardila Deto, Rusdi Sofyan & Firjan H.Karie

05 Sep 2026 • 07:29 WIT Dibaca 26 kali
Mahasiswa KKN IAIN Ternate Beri Edukasi Anti-Bullying dan Privasi Diri kepada Siswa di Pulau Morotai

PULAU MOROTAI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate di Desa Dehegila menggelar sosialisasi tentang pencegahan bullying serta pentingnya menjaga privasi diri kepada siswa SD Negeri 11 Pulau Morotai dan SMP Negeri 04 Pulau Morotai, Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang berlangsung selama satu jam, mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIT, tersebut merupakan bagian dari program edukasi mahasiswa KKN untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa.

Pada kegiatan itu, mahasiswa KKN mengajak para siswa memahami berbagai bentuk bullying, mulai dari tindakan verbal, fisik, hingga perilaku yang dapat merugikan atau membuat seseorang merasa tertekan. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak bullying terhadap korban serta cara yang tepat untuk bersikap ketika mengalami atau melihat perundungan. Selain itu, materi mengenai privasi diri turut disampaikan, khususnya terkait menjaga informasi pribadi dan memahami batasan dalam berinteraksi dengan orang lain.

Abdullah Mas'ud, dari Bidang Kurikulum yang mewakili Kepala Sekolah SMP Negeri 04 Pulau Morotai, menilai edukasi mengenai bullying perlu terus diberikan kepada siswa karena sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat. Menurutnya, pencegahan bullying membutuhkan perhatian bersama dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah.

"Selain peran guru di sekolah, peran orang tua di rumah menjadi hal utama dalam menjaga anak-anak dari perilaku bullying. Lingkungan tempat anak-anak berinteraksi juga menjadi faktor lain dari munculnya perilaku bullying," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sekolah secara rutin menyampaikan pesan-pesan anti-bullying kepada siswa melalui apel pagi, kegiatan belajar mengajar, maupun apel pulang sebagai bentuk pencegahan sejak dini.

Menurut Abdullah, kehadiran mahasiswa KKN dalam memberikan pemahaman mengenai bullying menjadi tambahan positif bagi upaya sekolah. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga siswa semakin memahami dampak buruk perundungan dan mampu membangun pergaulan yang sehat. Kerja sama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar dinilai sangat diperlukan untuk melindungi anak-anak dari perilaku bullying.

Sementara itu, mahasiswa KKN Mandiri IAIN Ternate di Desa Dehegila berharap materi yang diberikan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Siswa didorong untuk berani menetapkan batasan pribadi, mengatakan "tidak" terhadap perlakuan yang membuat mereka tidak nyaman, serta segera menyampaikan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi tindakan bullying. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN turut berkontribusi dalam membangun kesadaran siswa untuk saling menghormati, menjaga privasi, dan menciptakan lingkungan sekolah yang ramah bagi semua.