Ternate — Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Ternate kembali merajut kemitraan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara. Melalui pertemuan lanjutan, kedua lembaga sepakat membuka babak baru kolaborasi di bidang sejarah dan kebudayaan, sekaligus memperpanjang kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya.
Pertemuan berlangsung pada Selasa (20/10/2026) di kantor BPK Wilayah XXI Maluku Utara di Jambula, Kota Ternate. Dari pihak kampus, hadir Wakil Dekan III FUAD Dr. H. Muhammad Amri, Lc., M.Th.I., bersama dosen Program Studi SPI Jamain Warwefubun, S.Pd.I., M.Pd. Keduanya diterima langsung oleh Kepala Balai Muhammad Tang, S.S., M.Hum. dan Irwansyah, S.S., M.H., staf balai yang juga Koordinator Tim Kerja Penyelamatan dan Pengamanan Kebudayaan.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk memperbarui kerja sama kedua lembaga agar kembali berjalan dan memberi manfaat nyata bagi mahasiswa dan dosen. Pembaruan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung akreditasi Program Studi SPI, yang menilai kinerja program studi dalam tiga bidang tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi program studi yang mempelajari sejarah, mitra seperti balai kebudayaan punya nilai yang sulit digantikan. Ruang kelas memberi mahasiswa teori dan metode, sementara lembaga yang bekerja langsung merawat warisan budaya memberi mereka kesempatan bersentuhan dengan objek yang dipelajari. Kemitraan semacam ini dapat memperkaya pembelajaran, membuka bahan penelitian bagi dosen dan mahasiswa, serta melibatkan sivitas akademika dalam kegiatan pelestarian budaya di tengah masyarakat.
Kerja sama itu terasa relevan karena kampus dan balai sama-sama berada di tanah yang sarat sejarah. Maluku Utara, yang dikenal dengan sebutan Moloku Kie Raha, merupakan rumah bagi empat kesultanan Islam, yakni Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan. Jejak peradaban itu hingga kini masih bisa ditemui, mulai dari bangunan bersejarah dan situs, hingga tradisi serta naskah yang dirawat masyarakat. Bagi mahasiswa SPI, kekayaan tersebut adalah laboratorium belajar yang terbentang di sekitar kampus.
Dengan diperbaruinya kemitraan ini, SPI FUAD IAIN Ternate memiliki landasan yang kuat untuk mengembangkan kegiatan akademik yang lebih dekat dengan sumber sejarahnya sendiri. Di sisi lain, balai memperoleh mitra akademik yang dapat menyumbangkan tenaga, pemikiran, dan semangat generasi muda untuk ikut menjaga warisan budaya Maluku Utara. Kedua pihak berharap kolaborasi ini terus tumbuh, melahirkan karya penelitian, kegiatan lapangan, dan pengabdian yang bermanfaat bagi kampus maupun masyarakat.