ID | EN
Beranda Berita

Menag Nasaruddin Umar Pastikan Hadiri Acara Puncak Dies Natalis ke-60 dan Wisuda IAIN Ternate

Humas FUAD

04 Aug 2026 • 02:09 WIT Dibaca 255 kali
Menag Nasaruddin Umar Pastikan Hadiri Acara Puncak Dies Natalis ke-60 dan Wisuda IAIN Ternate

TERNATE – Kabar gembira datang dari Jakarta. Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, memastikan diri hadir pada puncak peringatan Dies Natalis ke-60 sekaligus Wisuda IAIN Ternate Tahun 2026 yang akan digelar pada 5 September 2026 mendatang.
Kepastian itu disampaikan langsung Menteri Agama saat menerima Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., MA, yang didampingi Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Dr. Muhammad Amri, Lc., M.Th.I, di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3–4, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rektor menyerahkan undangan resmi kepada Menteri Agama. Tanpa menunda, Prof. Nasaruddin Umar menyatakan kesediaannya hadir dan bahkan langsung menginstruksikan sekretaris pribadinya untuk mengagendakan kegiatan itu secara khusus — sebuah sinyal kuat betapa besar perhatian Kementerian Agama terhadap perjalanan enam dekade lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam di Maluku Utara ini.
Peringatan tahun ini memang bukan seremoni biasa. Angka 60 menandai rentang panjang metamorfosis kelembagaan: bermula sebagai Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Ujungpandang di Ternate, berkembang menjadi STAIN Ternate, hingga akhirnya berdiri sebagai IAIN Ternate seperti hari ini. Perayaan Dies Natalis ke-60 sengaja dirangkaikan dengan prosesi wisuda, sehingga momentum sejarah kelembagaan berpadu dengan momentum kelulusan para alumni baru yang siap mengabdi di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama memberikan atensi tersendiri terhadap alih bentuk IAIN Ternate menjadi UIN Sultan Baabullah. Menurut Prof. Nasaruddin Umar, IAIN Ternate harus menjadi prioritas dan layak memperoleh diskresi karena keberadaannya merupakan kebutuhan nyata daerah. Menyangkut persyaratan jumlah mahasiswa yang selama ini menjadi ganjalan, Menteri Agama menegaskan bahwa kondisi Maluku Utara tidak dapat disamakan dengan daerah lain.
"Jadi harus diskresi," tegas Prof. NU, sapaan akrab Menteri Agama.
Pernyataan itu menjadi angin segar. Sebab, persoalan kuantitas mahasiswa selama ini kerap menjadi variabel penentu dalam penilaian kelayakan alih bentuk perguruan tinggi keagamaan negeri — sebuah ukuran yang dinilai kurang berimbang bila diterapkan seragam pada wilayah kepulauan dengan karakter demografis yang khas seperti Maluku Utara.
Sinyal positif ternyata tidak datang dari satu pintu. Satu jam sebelum bertemu Menteri Agama, Dr. Adnan Mahmud yang juga menjabat Ketua ISNU Maluku Utara lebih dahulu menemui Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA. Pertemuan itu secara khusus membahas proses alih bentuk IAIN Ternate. Prof. Kamaruddin Amin, yang juga Ketua Umum PP ISNU, menjelaskan bahwa alih bentuk IAIN Ternate termasuk dalam daftar prioritas Kementerian Agama pada tahun 2026.
Dua pernyataan sejalan dari Menteri dan Sekretaris Jenderal dalam satu hari yang sama memperkuat optimisme bahwa UIN Sultan Baabullah bukan lagi sekadar wacana, melainkan agenda yang tengah bergerak.
Meski demikian, Rektor mengingatkan bahwa proses administratif dan politik kelembagaan tetap membutuhkan sokongan spiritual dari seluruh elemen masyarakat.
"Oleh karena itu, kami berharap kepada seluruh masyarakat Maluku Utara dan wabil khusus sivitas akademika IAIN Ternate, untuk mengetuk pintu langit lewat doa agar ikhtiar kita dapat diijabah oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," ujar Adnan Mahmud.
Bagi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, momentum ini memiliki makna ganda. Selain menjadi bagian dari perayaan enam dekade perjalanan lembaga, alih bentuk menuju universitas membuka ruang yang jauh lebih luas bagi pengembangan program studi, penguatan kapasitas akademik dosen, hingga perluasan kiprah alumni di berbagai bidang keilmuan.
Kini, dukungan dari Jakarta telah menemukan bentuknya. Yang tersisa adalah kerja bersama seluruh sivitas akademika untuk memastikan setiap tahapan berjalan sebagaimana mestinya — sembari menanti 5 September 2026, hari ketika enam dekade perjalanan itu dirayakan, dan harapan panjang menuju UIN Sultan Baabullah kembali disuarakan di hadapan Menteri Agama.